KOTA SORONG – Walikota Sorong, Drs, Ec. L. jitmau, MM meninjau langsung jalannya pelayanan dan kebutuhan fasilitas yang berada di rumah sakit Sele be Solu dan sembilan puskesmas yang berada di Kota Sorong, Jumat (22/2/2019). Kegiatan tersebut dimulai dari puskesmas Moyo sampai puskesmas Tanjung Kasuari. Dalam kunjungannya, Walikota didampingi sejumlah pejabat, baik kepala dinas, kepala badan, kepala bagian dan kepala bidang.

Peninjauan diawali dari puskesmas Moyo yang dilanjutkan ke rumah sakit Sele be Solu, puskesmas Klasaman, puskesmas Malanu, puskesmas Malaisimsa, puskesmas Kota Sorong, puskesmas Remu, puskesmas Malawei, puskesmas Sorong Barat dan puskesmas Tanjung Kasuari. Selain itu, disela-sela kunjungannya, Walikota bersama ketua DPRD Kota Sorong, Petronela Kambuaya menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gedung sekolah minggu rayon III jemaat Efata Malanu.

Walikota dalam arahan singkatnya di puskesmas Remu meminta kepada Kepala Dinas PU agar dapat mengaspal hotmix halaman puskesmpras Remu agar terlihat lebih baik. Menurutnya, hal ini agar terlihat lebih rapi karena peskesmas Remu merupakan puskesmas terbaik di tanah Papua.

“Saya minta kepada dokter dan perawat agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Hari ini saya fokus kepada bidang kesehatan. Rumah sakit dan puskesmas saya datangi dan melihat langsung apa yang perlu dibenahi, agar kita di kota Sorong menjadi yang terbaik dalam memberikan pelayan yang terbaik di Papua Barat”, papar walikota.

Usai melakukan peninjauan, walikota dalam sesi wawancara mengatakan bahwa, tujuan dilakukannya peninjauan tersebut berguna untuk melihat secara dekat hasil pembangunan yang telah dilakukannya, dan juga mengetahui secara langsung kebutuhan yang diperlukan pada bidang kesehatan. Diakui, dirinya bangga dan berterima kasih kepada Tuhan dan tak lupa kudah epada kepada warga Kota Sorong yang telah mendukungnya selama menjabat sebagai walikota.

“Hari ini setelah saya melakukan peninjauan langsung, saya melihat kinerja yang luar biasa. Semua puskesmas yang berada di 10 distrik, saya bangun semua dua lantai yang lengkap dengan semua fasilitas dan ruang rawat inap serta poli bersalin. Sekalipun banyak orang cerdas di Kota Sorong, tapi kalau tidak ditunjang dengan fasilitas kesehatan yang memadai, maka semua sia-sia. Karena itu saya prioritaskan dan melihat kalau bidang kesehatan ini sangat dominan dalam memberikan kesehatan bagi masyarakat, sehingga saya membangun infrastrukturnya yang sudah selesai pada periode pertama saya”, aku walikota.

Pada periode kedua di tahun pertama, lanjut walikota, dirinya telah mengadakan inventaris. Bahkan peralatan medis yang dibutuhkan Rumah sakit Sele be Solu dan puskesmas. Dari hal tersebut, walikota telah melihat secara dekat jika semuanya sudah terkondisi dengan baik, dan semua peralatan puskesmas sudah lengkap. Selain dasilitas-fasilitas yang dipenuhi di tiap puskesmas, tentu juga disertai dengan tenaga ahli yang mampu dibidangnya.

“Itu yang membuat saya puas jika selama periode pertama kepemimpinan saya tidaklah sia-sia. Saya sudah berbuat sesuatu yang merupakan ucapan terima kasih saya kepada masyarakat. Ini baru dibidang kesehatan”, papar walikota,

Terkait pengadaan alat CT Scan, menurut walikota, alat tersebut tidaklah dibeli dengan asal-asalan. Tentunya pihaknya juga telah mempersiapkan tenaga ahli (dokter ahli) yang akan mengoperasikan alat tersebut. Sedang untuk dokter ahli sendiri di rumah sakit Sele be Solu sudah sebanyak 34 orang. Jumlah tersebut belum termasuk dokter umum dan dokter-dokter yang berada di puskesmas yang minimal dua dokter pada satu puskesmas.

Terkait dengan instalasi pengolahanan air limbah (Ipal) di puskesmas-puskesmas yang berada di Kota Sorong, Walikota mengakui bahwa masalah tersebut merupakan masalah teknis yang harus dilaporkan pimpinan OPD secara teknis.

“Hal tersebut sudah dilaporkan oleh seorang pejabat ke saya yang mengatakan bahwa kita harus membangun ipal. Karena itu, tahun kemarin saya sudah ada pengadaan 2 buah Ipal yaitu, di puskesmas Malawei dan puskesmas Tanjung Kasuari. Mudah-mudahan tahun ini bisa diadakan 2 atau 3 ipal lagi. Diharapkan, 10 puskesmas di kota Sorong mempunyai Ipal masing-masing agar masalah limbah atau sampah limbah medis yang akan dimusnahkan , sudah dapat dilakukan pada alat Ipal tadi. Saya kepingin juga pengadaan untuk semua puskesmas sekaligus tapi saya juga harus sesuaikan dengan kemampuan APBD, karena alat tersebut cukup mahal”, tutur walikota.

Disinggung menyangkut pembangunan rumah sakit jiwa, Walikota mengatakan bahwa akan dibangun pada tahun ini juga (2019, red). Menurutnya, banyak pasien yang berada dari ujung sampai ujung kota Sorong. Hal ini membuatnya tidak bisa berdiam diri. Perlu diketahui, untuk tanah Papua sendiri, Kota Sorong satu-satunya yang memiliki dokter jiwa. Oleh karena itu, pada tahun 2019, pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk membangun rumah sakit jiwa, dimana lokasi rumah sakit tersebut berada di samping rumah sakit Sele be Solu.

“Rumah sakit jiwa yang dibangun tidak sama dengan rumah sakit pada umumnya. Rumah sakit itu dirancang khusus dan juga dilengkapi dengan dokter dan perawat yang khusus. Saya baru bentuk gudang farmasi dan pelantikan pejabatnya itu baru 5-6 bulan yang lalu. Kantor gudang formasi yang saya bangun itu paling termegah di tanah Papua. Saat menteri kesehatan datang berkunjung, beliau juga turut mengakui gedung farmasi Kota Sorong. Selain itu, saya tempatkan sarjana farmasi yang benar-benar ahli di situ”, kata walikota. (Kominfo Kota SorongBrm).