Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang di Kota Sorong Desember 2019 Sebesar 64 Persen Lebih

Februari 19, 2020

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Kota Sorong pada Desember 2019 berdasarkan catatan resmi BPS Kota Sorong mencapai 64,08 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sebanyak 64,08 persen kamar yang terpakai dari total kamar yang tersedia di Kota Sorong

Pariwisata di Kota Sorong mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Undang-Undang RI No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menyatakan bahwa kepariwisataan bertujuan antara lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapuskan kemiskinan, mengatasi pengangguran, memajukan kebudayaan, dan mengangkat citra bangsa.

Bagi Indonesia khususnya Papua Barat terutama Kota Sorong yang memiliki potensi pariwisata yang potensial, kegiatan kepariwisataan diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan pembangunan yang dapat diandalkan, karena mampu menyumbang devisa yang berasal dari belanja wisatawan mancanegara. Selain itu pendapatan sektor pariwisata juga berasal dari pengeluaran wisatawan nusantara.

Semakin meningkatnya jumlah wisatawan di Indonesia khususnya Papua Barat terutama kota Sorong, maka perlu diimbagi dengan peningkatan penyediaan kamar akomodasi pada hotel. sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antara permintaan dan penawaran atas kamar/akomodasi tersebut.

Akomodasi merupakan faktor yang sangat penting karena merupakan “rumah sementara” bagi wisatawan Kota Sorong yang mengharapkan kenyamanan, pelayanan yang baik, kebersihan dan lain-lain.

Perkembangan industri perhotelan di Kota Sorong, salah satunya dapat dilihat melalui indikator tingkat penghunian kamar hotel dan rata-rata lamanya tamu menginap. Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) adalah jumlah kamar yang telah disewakan/dihuni dibandingkan dengan jumlah kamar yang tersedia di hotel tersebut dan Rata-rata Lamanya Tamu Menginap adalah banyaknya malam tempat tidur yang dipakai dibagi dengan banyaknya tamu yang datang menginap. Rata-rata lamanya tamu menginap ini dapat dibedakan antara tamu asing dan tamu dalam negeri.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Kota Sorong mencapai 1,97 hari (1 – 2 hari) selama Desember 2019. Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing Desember 2019 sebesar 1,72 hari (1-2 hari), sedangkan tamu domestik sebesar 1,99 hari (1 – 2 hari).

sumber : BPS Kota Sorong

Musyawarah Pemilihan Ketua KNPI Kota Sorong Kembali Diadakan

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sorong mengadakan musyawarah untuk menentukan masa depan bangsa dan negara RI yang dihadiri oleh para Pemuda Kota Sorong di Vega Hotel Sorong Papua Barat. Kegiatan musyawarah ini turut dihadiri oleh pemuda yang telah...

Taruna AAL Menyambangi Kota Sorong Warga Antusias

SORONG-Kegembiraan siang hari hingga sore hari Kamis (14/11) dirasakan oleh warga Kota Sorong, Papua Barat saat menyaksikan aksi kirab drum band Taruna -Taruni Akademi Angakatan Laut (AAL) yang melintas di sepanjang jalan Ahmad Yani. Taruna dan Taruni Akademi Angkatan...

Tiga Anak Papua Jabat Unsur Pimpinan DPRD Kota Sorong

Tiga anak asli Papua masing-masing yaitu Petronela Kambuaya, Melkianus Way dan Elisabeth Nauw dipercayakan menjabat sebagai unsur Pimpinan di DPRD Kota. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Pimpinan DPRD Kota Sorong untuk kedua kalinya...

Berita Terkait

Musyawarah Pemilihan Ketua KNPI Kota Sorong Kembali Diadakan

Musyawarah Pemilihan Ketua KNPI Kota Sorong Kembali Diadakan

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sorong mengadakan musyawarah untuk menentukan masa depan bangsa dan negara RI yang dihadiri oleh para Pemuda Kota Sorong di Vega Hotel Sorong Papua Barat. Kegiatan musyawarah ini turut dihadiri oleh pemuda yang telah...